Sobat Jago, udah denger kabar kalau polusi udara jakarta makin memburuk? Kabar ini emang lagi jadi perbincangan hangat ya mau itu di berita atau di media sosial. Gak cuma sekedar kabar aja, mungkin kamu juga ikut merasakan perubahannya. Kalo Bang Jago sendiri sih karena sehari-hari kerja di jalanan berasa bedanya. Makanya Bang Jago jadi kepo sebenarnya apa sih yang terjadi dan kenapa polusi bisa sampai memburuk gini? Kali aja kamu juga kepo, sini Bang Jago kasih rangkuman infonya.
Menurut pemberitaan yang muncul akhir-akhir ini, polusi udara Jakarta dinilai semakin buruk dan bahkan dinilai menjadi polusi terburuk di dunia. Penilaian ini didasarkan pada kualitas udara di Jakarta yang sempat mencapai angka 170 menurut indeks kualitas udara (AQI). Angka ini juga menunjukkan kalau kualitas udara di Jakarta masuk ke kategori yang tidak sehat. Kondisi ini tentunya juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari mulai dari udara yang kurang nyaman untuk dihirup sampai meningkatnya penyakit pernapasan.
Sebenarnya udah cukup jadi rahasia umum kalau polusi udara di Jakarta terhitung buruk. Akan tetapi, kondisi ini jadi semakin parah dan mungkin kamu bertanya-tanya apa penyebabnya. Berikut beberapa kemungkinan yang jadi penyebab memburuknya polusi udara di Jakarta.
Pada saat kemarau, hujan jarang muncul dan polutan tidak tercuci. Akhirnya polutan pun terkumpul dan terkunci lebih lama di udara. Musim kemarau itu sendiri cenderung tinggi-tingginya di bulan Juli-September. Maka dari itu, mungkin polusi udara di Jakarta sekarang jadi semakin memburuk atau terasa makin parah.
Beberapa hari belakangan ini, PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang sumber energinya berasal dari batu bara juga disebut-sebut sebagai salah satu pemicu memburuknya polusi udara di Jakarta. Beberapa PLTU ini tersebar di beberapa area di dalam atau di luar Jakarta dan limbah serta asap yang dihasilkan dari PLTU ini kabarnya tersebar dan menyebabkan kotornya udara di Jakarta.
Menjadi kota pusat perekonomian dengan banyaknya penduduk yang perlu berpindah-pindah tiap harinya menjadikan transportasi hal yang pasti digunakan. Sementara itu jenis transportasi yang paling umum digunakan di Jakarta adalah kendaraan bermotor. Menurut Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), kendaraan bermotor menyumbang 44% dari emisi di Jakarta.
Seperti yang dijelaskan di atas, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab polusi udara Jakarta yang memburuk. Tiap harinya, selain makin banyak pemberitaan mengenai sumber ataupun cara menyikapi kondisi ini, gak bisa dipungkiri juga kalo kondisi polusi udara tiap harinya juga berpotensi untuk jadi makin buruk. Maka dari itu, disamping menunggu penyelesaian masalah dari pemerintah, ada baiknya secara individu kita juga melakukan beberapa langkah untuk menghadapi buruknya polusi udara Jakarta.
Cara menghadapi yang pertama tentunya dengan menjaga kesehatan. Apabila perlu pergi ke luar sebaiknya gunakan masker untuk membantu menyangkal terhirupnya udara kotor. Selain itu, tak lupa juga banyak minum air putih dan segera memeriksakan diri apabila gejala seperti susah nafas atau batuk-batuk sudah muncul. Kemudian, apabila memungkinkan kurangi juga berpergian ke rumah bila tidak perlu dan gak ada salahnya untuk memakai air purifier untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah. Terakhir, kamu mungkin bisa melakukan langkah kecil seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
Kurang lebih itu dia rangkuman terkait kondisi polusi udara Jakarta. Semoga kondisi ini cepat membaik dan kamu juga sehat selalu ya, Sobat Jago.
Sobat Jago, udah denger kabar kalau polusi udara Jakarta makin memburuk? Kabar ini emang lagi jadi perbincangan hangat dan mungkin kamu juga merasakan perubahannya. Tapi sebenarnya apa sih yang terjadi dan kenapa bisa begini? Sini Bang Jago kasih rangkuman infonya.
Sobat Jago, udah denger kabar kalau polusi udara jakarta makin memburuk? Kabar ini emang lagi jadi perbincangan hangat ya mau itu di berita atau di media sosial. Gak cuma sekedar kabar aja, mungkin kamu juga ikut merasakan perubahannya. Kalo Bang Jago sendiri sih karena sehari-hari kerja di jalanan berasa bedanya. Makanya Bang Jago jadi kepo sebenarnya apa sih yang terjadi dan kenapa polusi bisa sampai memburuk gini? Kali aja kamu juga kepo, sini Bang Jago kasih rangkuman infonya.
Menurut pemberitaan yang muncul akhir-akhir ini, polusi udara Jakarta dinilai semakin buruk dan bahkan dinilai menjadi polusi terburuk di dunia. Penilaian ini didasarkan pada kualitas udara di Jakarta yang sempat mencapai angka 170 menurut indeks kualitas udara (AQI). Angka ini juga menunjukkan kalau kualitas udara di Jakarta masuk ke kategori yang tidak sehat. Kondisi ini tentunya juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari mulai dari udara yang kurang nyaman untuk dihirup sampai meningkatnya penyakit pernapasan.
Sebenarnya udah cukup jadi rahasia umum kalau polusi udara di Jakarta terhitung buruk. Akan tetapi, kondisi ini jadi semakin parah dan mungkin kamu bertanya-tanya apa penyebabnya. Berikut beberapa kemungkinan yang jadi penyebab memburuknya polusi udara di Jakarta.
Pada saat kemarau, hujan jarang muncul dan polutan tidak tercuci. Akhirnya polutan pun terkumpul dan terkunci lebih lama di udara. Musim kemarau itu sendiri cenderung tinggi-tingginya di bulan Juli-September. Maka dari itu, mungkin polusi udara di Jakarta sekarang jadi semakin memburuk atau terasa makin parah.
Beberapa hari belakangan ini, PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang sumber energinya berasal dari batu bara juga disebut-sebut sebagai salah satu pemicu memburuknya polusi udara di Jakarta. Beberapa PLTU ini tersebar di beberapa area di dalam atau di luar Jakarta dan limbah serta asap yang dihasilkan dari PLTU ini kabarnya tersebar dan menyebabkan kotornya udara di Jakarta.
Menjadi kota pusat perekonomian dengan banyaknya penduduk yang perlu berpindah-pindah tiap harinya menjadikan transportasi hal yang pasti digunakan. Sementara itu jenis transportasi yang paling umum digunakan di Jakarta adalah kendaraan bermotor. Menurut Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), kendaraan bermotor menyumbang 44% dari emisi di Jakarta.
Seperti yang dijelaskan di atas, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab polusi udara Jakarta yang memburuk. Tiap harinya, selain makin banyak pemberitaan mengenai sumber ataupun cara menyikapi kondisi ini, gak bisa dipungkiri juga kalo kondisi polusi udara tiap harinya juga berpotensi untuk jadi makin buruk. Maka dari itu, disamping menunggu penyelesaian masalah dari pemerintah, ada baiknya secara individu kita juga melakukan beberapa langkah untuk menghadapi buruknya polusi udara Jakarta.
Cara menghadapi yang pertama tentunya dengan menjaga kesehatan. Apabila perlu pergi ke luar sebaiknya gunakan masker untuk membantu menyangkal terhirupnya udara kotor. Selain itu, tak lupa juga banyak minum air putih dan segera memeriksakan diri apabila gejala seperti susah nafas atau batuk-batuk sudah muncul. Kemudian, apabila memungkinkan kurangi juga berpergian ke rumah bila tidak perlu dan gak ada salahnya untuk memakai air purifier untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah. Terakhir, kamu mungkin bisa melakukan langkah kecil seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
Kurang lebih itu dia rangkuman terkait kondisi polusi udara Jakarta. Semoga kondisi ini cepat membaik dan kamu juga sehat selalu ya, Sobat Jago.
Receive the newest information & other fun stuff by subscribing our newsletter